Menukik Untuk Eksis.

Thursday, January 09, 2014 / Posted by Farid / comments (0)



Dicakrawala membiru ini
aku meringis getir
cakrawala ini tak lagi biru
sebiru seperti yang terlihat

cakrawala biru ini hanya tinggal ilusi
di kotori berbagai uap polusi
polusi keserakahan.... polusi kepongahan....
polusi pemuasan peraan penting....dan berbagai polusi

Dibawah sana kehidupan sudah saling memakan
tak perduli sahabat, kerabat, teman....
bahkan pahlawan pejuang kehidupan sesama

sebagian kehidupan over stay
mengatur kehidupan lain
sementara kehidupan lain seolah takut
mengatur kehidupannya sendiri

di sudut ruang kehidupan lain
denyut kehidupan lain bahkan
telah hidup mengais-ngais tanah

entah mungkin itu sisi kehidupan
yang hanya terlihat lucu
dan menggelikan dari mata kepongahan

Kenapa kehidupan manusia selalu saja
terjerembab keserakahan?

Padahal jelas sekali bahwa kehidupan ini
hanyalah fana?

entah.... entahlah....
yang jelas aku harus menukik
menyelam dalam kedalaman

seekor elang harus menukik
untuk mengganjal paru
agar tetap eksis di cakrawala

entah sampai kapan
panggillah namaku jika engkau butuh
karena aku punya nama

elang harus menukik
sekedar me-recharge energi
untuk sekedar eksis dalam hidup
agar tidak punah. # By FHs.

Labels:

Tiga belas Januari.

Sunday, January 13, 2013 / Posted by Farid / comments (0)

Waktu terus berputar
seiring perputaran
bumi pada porosnya

yang secara simultan
tak letih mengitari matahari
memberi bias terang dan gelap
pada kehidupan

Tiga belas Januari
dua puluh empat tahun silam
penanda kehidupan memberi ciri
awal tangis mungil itu


membahana ikut memberi
warna pada kehidupan
bak pelangi memberi warna indah
dalam kemilau kecoklatan
kehijauan balutan warna alam

kini seiring perputaran waktu
manis dan pahit kehidupan
seakan silih berganti menyapa

pertanda kehidupan ikut
memberi perhatian
pada kematangan seuntai senyum ramahmu

seperti berlian berbalut lumpur
tercampakkan tak digubris
yang Alhamdulillah... melalui sentuhan
jiwa dan kebeningan hati


berkilau laksana berlian murni
yang tak hanya sekedar pajangan
ikut memberi warna pada pentas kehidupan

seiring perputaran bumi pada porosnya
pada pergantian siang dan malam
Allah memberi peringatan

agar selalu istiqamah, teguh hati,
tidak loba pada kehidupan maya pada
berbeda, tidak seperti bumi yang terus berputar
mengitari matahari

Sunatullah... memberi ciri pada kehidupan
tiga belas Januari penanda kehidupan
memberi peringatan karena kehidupan maya pada
selalu punya batas waktu

bagi denyut kehidupan yang berpikir
untuk kehidupan yang abadi kelak nanti
tiga belas Januari kini, isak tangis bahagiamu
menghiasi tafakur miladmu, semoga bahagia
dunia akhirat menyapamu.(Amin). 

Happy Milad,succes for you...
13 Januari 2013/beautiful Milad Moment.By FHs.

Labels:

Bumi Merintih.

Tuesday, August 14, 2012 / Posted by Farid / comments (0)




"Duhai..makhluk
langkah-langkahmu menyentak
punggung ini

langkah-langkahmu berdentum
menyeruduk kepala ini
debu berserakan
menyeruak antara langkah kakimu

Duhai..hai makhluk
ingatkah engkau
saat nanti engkau
masuk dalam rongga-ronggaku?..

Saat, tinggal onggokan tulang belulang
dalam gelap pekat rongga-rongga tanah
cacing tanah berpesta pora
antara selah tumpukan tulangmu

Rayap menghisap sum-sum tulangmu
dalam peti matimu

Duhai..makhluk
lipatan tanah menghimpit
hingga tulang belulang 
saling bertusukan

tulang tumitmu
menembus tulang ubun-ubun
tulang geraham
melumat tulang jari kakimu

Semua tulang remuk
bercampur laksana debu

lalu...
apakah semua yang engkau
banggakan akan dapat menolongmu?

Duhai..tahukah engkau?
sungguh hanya amal yang tidak
engkau banggakan di antara sesamamu
justru yang bisa menolongmu

Duhai..bisakah engkau
membuka sedikit hatimu?
bisakah engkau mendengar bumi merintih
saat engkau melangkah dalam kepongahanmu?"..

14 Agustus 2012. @ Dalam rintihan Bumi, By Farid W.Hs.


Labels:

Sejuta Pelangi (Happy Milad).

Friday, January 13, 2012 / Posted by Farid / comments (0)

bias hujan menggelayut
dipelupuk mata indahmu

membias membentuk gugusan kristal
kristalisasi pandangan
akan sejuta keberagaman rasa

rasa akan keindahan
asa impian harapan
mengalir dalam catatan-catatanmu

kemudian melahirkan inspirasi
dalam sebuah karya otentik
tentang perjalananmu

23 tahun berselang, Januari silam..
tak terbesit oleh siapapun
termasuk ibu tersayang

tentang tangis mungil
yang membuat ayah tersenyum bangga
telah lahir artis kehidupan
yang tertulis dalam skenario
Allah Aza Wajallah..

kini 23 tahun kemudian, 13 Januari 2012
engkau telah menyumbangkan ide,gagasan
mendatangkan inspirasi bagi kehidupan
bahwa sukses milik semua orang

keshalehanmu,ketegaranmu
akan arti perbaikan demi perbaikan
yang kemudian menjadi lebih baik
terlukis dalam keteguhan sikapmu

menjadi rasa lebih berarti
ketika keshalehan ketulusan
keikhlasan kejujuran kecerdasan
menjadi hiasan perangaimu

semoga berkurangnya umur
akan menambah kedekatanmu
kedekatan kita
kepada Rabb tempat kita melukiskan harapan
laksana rasa dalam rasa sejuta pelangi.(Amin..).


Labels:

Keluh Ulat dalam Kepompong.

Friday, January 13, 2012 / Posted by Farid / comments (0)

step pendakian pertama dibukit itu
ulat itu mendapat penolakan penghuni bukit
entah kemudian ulat itu diterima...

step kedua mulai terasa
ketidak nyamanan dari penghuni
bukit..

ulat kecil lugu dan lucu itupun
merakangkak perlahan,merambat
babak demi babak dalam fase kehidupannya

fase keenam dalam pendakian terjal itu
hempasan demi hempasan angin makin
kencang terasa..

fase ketuju ulatpun terhuyung jatuh
terlepas tercerabut dari bebatuan
tempat dia berpijak..

oh..apa kata penghuni kepompong lain
jika aku harus menghindar dari
pendakian dibukit bercadas itu?
batin sang ulat.

fase kedelapan ulat berhasil kembali
namun kemudian tidak kunjung jua
menemukan ketentraman seperti
yang diimpikannya..

akhir fase kesembilan ulat dalam kepompong itu
menjadi sadar bahwa bukit bercadas ini
akan selalu begini dan terus begini

area sekitar bukit itu,selalu mendistorsi
stiap langkah ulat kecil lugu dan lucu itu

aku harus menyelamatkan sisa hidupku
ini bukan jalanku,aku takut pendakian ini
tidak mengarah kejalan impian menuju Rabbku lagi

Hmm..Rabb beri aku jalan menuju
taman berpelangi itu..
semoga disanalah aku mendapatkan
kekuatan untuk lebih teguh menuju
jalan yang mengarah pada-Mu.

Semoga ditaman itu
ketentraman hati seperti yang Engkau janjikan
akan memenuhi rongga yang kering kerontang

senada dengan sejuta rasa yang ditawarkannya
Semoga dalam rengkuhannya sesuai ijin-Mu
ulat inipun bisa mengepakkan sayapnya
menjadi kupu-kupu yang mampu memberi rasa damai
untuk taman berpelangi nan sejuk
dengan sejuta rasa khas yang menyertainya. (Amin..)

Labels: